Home / News

Kamis, 17 November 2022 - 23:00 WIB

Posko Perempuan dan Anak Kejari Pandeglang Terima Konsultasi Pelecehan Seksual

Kajari Pandeglang, Hellena Oktavianne, SH., MH. saat press rilis Posko Perempuan dan Anak

Kajari Pandeglang, Hellena Oktavianne, SH., MH. saat press rilis Posko Perempuan dan Anak

LONCENG RAKYAT – Posko Perempuan dan Anak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pandeglang menerima salah seorang korban pelecehan seksual dari masyarakat, namun bukan termasuk kategori anak-anak.

Peristiwa pelecehan seksual tersebut bermula, saat korban diminta untuk mengantarkan pesanan dari pelaku, karena ibu dari korban memiliki usaha cathering, dan pada saat sesampainya di tempat kediaman pelaku, korban menanyakan kepada pelaku apakah ada orang, namun kata pelaku masuk aja ke dalam ada orang, pada saat hendak masuk si korban dipeluk dari belakang dan mendapatkan perlakuan yang tidak baik (diremas payudara), peristiwa itu terjadi sebelum bulan ramadan tahun lalu.

Kajari Pandeglang, Hellena Oktavianne mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa Posko Perempuan dan Anak telah menerima konsultasi korban pelecehan seksual satu orang.Pihaknya memberikan arahan dan konseling kepada korban, agar memproses secara hukum kasus yang menimpanya.

“Jadi korban pada itu pada saat kejadian memang masih berusia 18 tahun, namun untuk sekarang itu ibunya tidak tahu kalau 18 tahun itu sudah dewasa, kami kategorikan bahwa ini termasuk pelecehan seksual, dan itu sudah disampaikan korban yang mengaku payudaranya diremas,” kata Helenna di Kejaksaan Negeri Pandeglang, Kamis (17/11/2022).

Ia mengatakan, dari konsultasi yang telah dilakukan kepada Posko Perempuan dan Anak tersebut, pihaknya akan mendampingi korban agar tidak mendapatkan perlakuan yang tidak baik kepada korban di tengah masyarakat

“Untuk proses selanjutnya, kami hanya memberikan arahan, karena Posko Perempuan dan anak ini untuk memberikan kenyamanan, kordinasi dan konseling, sehingga korban tidak,” katanya.

Saat ditanya mengenai pelaku, pihaknya belum memberikan keterangan, sebab korban harus diarahkan terlebih dahulu dalam hal pelaporan kepada pihak kepolisian, dan dari laporan tersebut akan dilakukan penelitian oleh Posko Perempuan dan Anak

“Kami belum tahu pelakunya, cuma kami arahkan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian dan kami akan mendampinginya, agar korban tidak trauma, karena si korban kami lihat itu pasti trauma, kalau kami lihat sih itu sudah termasuk pelecehan seksual, karena di Undang-Undang TPKS itu siulan juga termasuk pelecehan seksual,” ujarnya.(LR-02)

Share :

Baca Juga

News

PMII Dorong Badan Kehormatan DPRD Pecat Diduga Pelaku Pelecehan Seksual

News

SMK IPTEK Patia Dapat Pembinaan Kelompok PIK-R dari KKM 01 STISIP Baraya

News

Pemkot Cilegon Raih Penghargaan Sebagai Kota Peduli HAM

News

USAID ERAT Gandeng Pemkab Pandeglang Gelar Lokakarya Melalui Sistem SP4N LAPOR

News

Peringati HUT PMI Pandeglang ke-65, PMI Profesional dan Berintegritas

News

KNPI Heran Disnakertrans Pandeglang Diduga Sebar Hoax Informasi Lowongan Kerja

News

Bupati Irna Lepas Satgas Operasi PAM Pulau Terluar Tidak Berpenduduk

News

Tahun 2023 Dinkoperindag Pandeglang Ditargetkan Sumbang 3,1 M untuk PAD